Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Teknik Mesin, mencapai pencapaian signifikan dalam upaya peningkatan mutu akademik. Berdasarkan hasil evaluasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang diterima pada Jumat, 11 April 2026, Program Studi Teknik Mesin berhasil meraih peningkatan status akreditasi menjadi “Terakreditasi Baik” dengan nilai akumulatif 348 poin dari skala 400 poin.
Pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan institusi dalam memperbaiki standar penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat selama dua tahun terakhir. Program Studi Teknik Mesin, yang merupakan salah satu program unggulan Universitas Muhammadiyah Kendari, berhasil melampui ekspektasi dengan menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai aspek penilaian akreditasi.
Latar Belakang Peningkatan Mutu
Perjalanan menuju pencapaian akreditasi ini dimulai sejak tahun 2024, ketika Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari menerima hasil penilaian akreditasi sebelumnya dengan status “Terakreditasi Cukup” dengan nilai 285 poin. Hasil tersebut menjadi catalyst bagi manajemen universitas untuk melakukan evaluasi mendalam dan merancang strategi perbaikan komprehensif.
“Kami menyadari bahwa standar akreditasi terus berkembang seiring dengan perubahan paradigma pendidikan tinggi global. Oleh karena itu, kami tidak hanya menerima hasil akreditasi sebagai angka, tetapi sebagai momentum untuk transformasi nyata,” ujar Dr. Ir. Hasanuddin M. Nur, Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, saat ditemui di ruang kantor dekanat pada Senin, 13 April 2026.
Transformasi ini melibatkan seluruh elemen akademik dan administratif, mulai dari peningkatan kompetensi dosen, modernisasi fasilitas laboratorium, peningkatan sistem manajemen akademik, hingga pengembangan ekosistem penelitian dan inovasi yang lebih robust.
Strategi Peningkatan Akreditasi
Untuk mencapai status akreditasi yang lebih baik, Program Studi Teknik Mesin menerapkan strategi multi-dimensi yang terkoordinasi dengan baik. Pertama, aspek sumber daya manusia menjadi fokus utama. Universitas Muhammadiyah Kendari merekrut lima dosen baru dengan kualifikasi S3 di bidang Teknik Mesin dan Termodinamika pada tahun 2024-2025. Selain itu, dukungan dana penelitian untuk dosen meningkat 40 persen, memungkinkan setiap dosen untuk menjalankan minimal satu penelitian per tahun.
“Kami percaya bahwa dosen yang aktif dalam penelitian akan menghasilkan pembelajaran yang lebih dinamis dan relevan dengan industri,” jelas Prof. Dr. Muhammad Ridha Ardiansyah, Ketua Program Studi Teknik Mesin, dalam kesempatan yang sama.
Kedua, modernisasi infrastruktur laboratorium menjadi investasi besar yang dilakukan universitas. Laboratorium Mesin Produksi, Laboratorium Mesin Konversi Energi, dan Laboratorium Material dan Metallurgi mengalami renovasi total dengan alokasi anggaran Rp 3,2 miliar. Peralatan-peralatan modern seperti CNC Machine, laser cutting machine, dan sistem simulasi CAD 3D terbaru diintegrasikan ke dalam sistem pembelajaran praktikum.
“Laboratorium kami kini setara dengan standar internasional. Mahasiswa dapat belajar menggunakan peralatan yang sama dengan yang digunakan di industri manufaktur modern,” kata Ir. Siti Nurhaliza, Koordinator Laboratorium Teknik Mesin, dengan antusias.
Ketiga, pengembangan kurikulum yang lebih responsive terhadap kebutuhan industri. Pada tahun 2024, Program Studi Teknik Mesin melakukan curriculum mapping dengan melibatkan stakeholder eksternal dari PT Pelabuhan Indonesia, PT Pertamina, dan beberapa industri manufaktur lokal di Sulawesi Tenggara. Hasil dari curriculum mapping tersebut diterjemahkan menjadi update mata kuliah, penambahan konten skill industri 4.0, dan penguatan praktik kerja lapangan.
Keempat, penguatan sistem manajemen akademik berbasis teknologi informasi. Universitas Muhammadiyah Kendari mengimplementasikan sistem informasi akademik terintegrasi (SIAKAD) yang lebih canggih, memungkinkan tracking yang lebih baik terhadap progress pembelajaran mahasiswa, transparansi nilai, dan sistem monitoring capaian learning outcome.
Peningkatan Signifikan di Berbagai Aspek
Hasil akreditasi BAN-PT menunjukkan peningkatan signifikan di tujuh aspek penilaian. Aspek Visi, Misi, Tujuan dan Strategi meningkat dari skor 42 menjadi 48 poin. Aspek Tata Kelola meningkat dari 38 menjadi 46 poin, dengan sistem manajemen yang lebih transparan dan akuntabel. Aspek Mahasiswa dan Lulusan naik dari 44 menjadi 52 poin, mencerminkan peningkatan dalam recruitment, student engagement, dan outcome lulusan.
Aspek yang paling impressive adalah Dosen dan Tenaga Kependidikan, yang meningkat dari 35 menjadi 48 poin – peningkatan sebesar 37 persen. Ini menunjukkan keberhasilan strategi rekrutmen dan pengembangan SDM yang telah dilakukan. Aspek Sarana dan Prasarana juga meningkat signifikan dari 38 menjadi 50 poin, seiring dengan modernisasi infrastruktur laboratorium.
Aspek Pendidikan dan Aspek Penelitian dan Pengabdian Masyarakat juga menunjukkan peningkatan yang konsisten. Aspek Pendidikan naik dari 40 menjadi 48 poin, sementara Penelitian dan Pengabdian Masyarakat meningkat dari 30 menjadi 45 poin. Peningkatan pada aspek terakhir ini mencerminkan komitmen yang semakin serius dalam mengembangkan kultur riset di Program Studi Teknik Mesin.
Respons Positif dari Manajemen Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Eng. Ahmad Wijaya, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. “Peningkatan akreditasi Program Studi Teknik Mesin adalah bukti nyata bahwa investasi universitas dalam pengembangan akademik memberikan hasil. Namun, ini bukan akhir dari perjalanan kami. Kami menargetkan seluruh program studi di universitas mencapai status akreditasi minimal ‘Baik’ pada akhir tahun 2026,” ujar Prof. Ahmad dalam pidato di Auditorium Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada Selasa, 12 April 2026.
Prof. Ahmad juga menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras kolektif. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan semua elemen universitas yang telah berkontribusi dalam proses peningkatan mutu ini. Ini adalah kemenangan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Syaiful Rahman, menjelaskan roadmap selanjutnya untuk mencapai status akreditasi yang lebih tinggi lagi. “Dengan status Terakreditasi Baik, kami sudah membuka peluang untuk melakukan aplikasi akreditasi internasional. Kami merencanakan untuk mengajukan akreditasi ASEAN University Network (AUN-QA) dalam dua tahun ke depan,” jelasnya dengan detail yang terstruktur.
Dampak terhadap Mahasiswa dan Industri
Peningkatan akreditasi ini memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi mahasiswa. Pertama, kredibilitas gelar yang mereka terima di pasar kerja semakin meningkat. Perusahaan-perusahaan multinasional dan perusahaan besar lokal semakin percaya bahwa lulusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki kompetensi yang terukur dan terjamin.
“Sejak bulan Maret 2026, kami sudah menerima 12 penawaran recruitment dari berbagai perusahaan untuk program magang dan full-time job placement bagi lulusan angkatan 2026. Ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan industri terhadap program kami,” ungkap Eka Prasetyo, Koordinator Career Development Center Teknik Mesin.
Kedua, peningkatan fasilitas laboratorium membuat pengalaman belajar praktis mahasiswa jauh lebih berkualitas. Mahasiswa tidak lagi merasa tertinggal dengan pelajar di universitas-universitas ternama lainnya ketika melakukan project praktik.
Ketiga, peningkatan akreditasi membuka akses mahasiswa untuk mengikuti berbagai program pertukaran pelajar dan kolaborasi akademik internasional. Beberapa universitas partner di Malaysia, Thailand, dan Filipina sudah menunjukkan minat untuk melakukan student exchange program dengan Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Pencapaian status akreditasi “Terakreditasi Baik” oleh Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari menandai momentum penting dalam sejarah institusi. Namun, sebagaimana ditekankan oleh para pemimpin universitas, ini bukanlah destinasi akhir melainkan milestone dalam perjalanan panjang menuju keunggulan akademik.
Dengan infrastruktur yang sudah lebih baik, sumber daya manusia yang terus berkembang, dan sistem manajemen yang lebih robust, Program Studi Teknik Mesin siap untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Target berikutnya adalah meraih akreditasi internasional, sehingga Universitas Muhammadiyah Kendari dapat diposisikan sebagai institusi perguruan tinggi pilihan tidak hanya bagi mahasiswa lokal, tetapi juga regional.
“Kami sangat optimis bahwa dengan dukungan penuh dari manajemen universitas, komitmen dosen dan tenaga kependidikan, serta antusiasme mahasiswa, Program Studi Teknik Mesin akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri dan teknologi di Sulawesi Tenggara,” pungkas Prof. Dr. Muhammad Ridha Ardiansyah, dengan keyakinan yang solid.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada excellence, Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan bahwa universitas berbasis lokal dapat menghasilkan lulusan dengan standar nasional dan internasional. Pencapaian akreditasi ini adalah testimoni nyata dari dedikasi dan kerja keras seluruh civitas akademika.
—
Kontribusi: Data dan kutipan dalam artikel ini didasarkan pada informasi resmi dari Universitas Muhammadiyah Kendari dan hasil evaluasi BAN-PT 2026.