KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) resmi meluncurkan proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas kampus yang ambisius pada Rabu, 9 April 2026. Proyek besar-besaran ini, yang diperkirakan mencapai nilai investasi Rp 45 miliar, diprioritaskan untuk mengembangkan Departemen Teknik Mesin, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian di lingkungan kampus.
Peluncuran proyek ini dilakukan secara langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Eng., didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Toha Kamaluddin, S.T., M.T., dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Nur Hafidhoh, S.T., M.Eng., Ph.D. Acara yang berlangsung di halaman utama kampus ini juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga perwakilan dari Pemerintah Daerah Kendari dan mitra industri.
Menurut roadmap pengembangan yang disajikan, pembangunan infrastruktur ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap dalam kurun waktu dua tahun, yaitu tahun 2026 hingga 2028. Fase pertama, yang akan dimulai pada bulan Mei 2026, fokus pada pembangunan Gedung Laboratorium Teknik Mesin yang modern dan fasilitas workshop berstandar internasional. Fase kedua akan mencakup renovasi dan perluasan Ruang Kuliah Terintegrasikan serta pembangunan Pusat Inovasi Manufaktur, sedangkan fase ketiga meliputi pengembangan fasilitas olahraga dan area penunjang lainnya.
Kebutuhan Mendesak akan Fasilitas Modern
Latar belakang peluncuran proyek besar ini tidak terlepas dari meningkatnya antusiasme calon mahasiswa terhadap Program Studi Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pendaftar Program Studi Teknik Mesin meningkat 150 persen, dari 120 mahasiswa di tahun akademik 2022/2023 menjadi 300 mahasiswa di tahun akademik 2025/2026. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap program pendidikan teknik di institusi ini, namun juga menciptakan tantangan tersendiri dalam hal kapasitas fasilitas.
“Kami mengakui bahwa peningkatan jumlah mahasiswa ini adalah berkah, tetapi juga tanggung jawab besar bagi kami untuk menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai dan berkualitas tinggi,” kata Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno dalam sambutannya pada peluncuran proyek. “Fasilitas yang ada saat ini sudah tidak lagi mencukupi untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian yang optimal. Oleh karena itu, keputusan untuk mengembangkan infrastruktur adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditunda lagi.”
Permasalahan keterbatasan fasilitas ini juga tercermin dalam evaluasi diri institusi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Kendari pada akhir 2025. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rasio jumlah mahasiswa dengan peralatan laboratorium laboratorium masih berada di bawah standar Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Selain itu, mayoritas peralatan praktek yang ada merupakan generasi lama dan perlu pembaruan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi industri 4.0.
Detail Proyek Pembangunan yang Komprehensif
Gedung Laboratorium Teknik Mesin yang menjadi fokus utama proyek tahap pertama ini akan dibangun dengan luas total 3.200 meter persegi. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan berbagai laboratorium spesialisasi, termasuk Laboratorium Mekanika Fluida, Laboratorium Termodinamika, Laboratorium Teknologi Material, dan Laboratorium Computer-Aided Design (CAD) dan Computer-Aided Manufacturing (CAM) yang dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak terkini.
“Gedung laboratorium ini akan menjadi jantung dari praktik teknik mesin kami,” jelas Dr. Nur Hafidhoh, Dekan Fakultas Teknik. “Kami telah merancang setiap ruang dengan sangat teliti untuk memastikan bahwa mahasiswa kami dapat belajar dan bereksperimen dengan peralatan yang sama yang digunakan di industri nyata. Ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi lulusan kami.”
Selain gedung laboratorium, proyek ini juga mencakup pembangunan Workshop Terpadu seluas 2.500 meter persegi yang akan berfungsi sebagai tempat mahasiswa melakukan praktik langsung dalam mengerjakan komponen mesin, pemesinan, dan perakitan. Workshop ini akan dilengkapi dengan mesin-mesin modern seperti CNC Milling Machine, CNC Turning Machine, mesin las inverter, dan peralatan pengujian material (Universal Testing Machine).
Investasi untuk peralatan laboratorium dan workshop saja mencapai Rp 28 miliar, sedangkan biaya konstruksi dan infrastruktur pendukung berjumlah Rp 17 miliar. Pendanaan ini bersumber dari dana operasional universitas yang telah dikumpulkan selama beberapa tahun, ditambah dengan kontribusi dari mitra industri dan hasil fundraising dari alumni sukses.
Komitmen Universitas terhadap Peningkatan Kualitas
Dr. Toha Kamaluddin, Wakil Rektor Bidang Akademik, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang universitas untuk meningkatkan peringkat dan akreditasi institusi. “Kami memiliki target yang ambisius namun realistis untuk meningkatkan akreditasi Program Studi Teknik Mesin dari Akreditasi B menjadi Akreditasi A dalam waktu tiga tahun ke depan. Pembangunan infrastruktur ini adalah salah satu pilar penting dalam mencapai target tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Rektor juga menjelaskan bahwa universitas telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan industri besar di kawasan Sulawesi Tenggara untuk memastikan bahwa kurikulum dan fasilitas yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan industri. Kerjasama ini juga membuka peluang magang dan penempatan kerja bagi lulusan Program Studi Teknik Mesin.
“Kami sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan PT Antam Tbk, PT Pelabuhan Indonesia IV, dan beberapa perusahaan pertambangan dan manufaktur lainnya di Kendari,” tambah Dr. Toha. “Melalui kerjasama ini, mahasiswa kami akan mendapatkan akses ke pengalaman praktis di industri nyata dan peluang untuk bekerja setelah lulus.”
Dampak Positif bagi Civitas Akademika dan Masyarakat
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pertama, peningkatan kualitas fasilitas diperkirakan akan meningkatkan efektivitas pembelajaran dan penelitian, yang pada gilirannya akan menghasilkan lulusan yang lebih kompeten dan siap bekerja di industri.
Kedua, dengan fasilitas yang lebih baik, Universitas Muhammadiyah Kendari berpotensi untuk menarik lebih banyak peneliti dan akademisi berkualitas tinggi. Hal ini akan mendorong peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat nasional dan internasional. Data dari SINTA (Sistem Informasi Sains Nasional) menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari saat ini memiliki rata-rata 45 publikasi per tahun, dengan target untuk meningkatkan angka ini menjadi 150 publikasi per tahun dalam lima tahun ke depan.
Ketiga, pembangunan ini akan menciptakan lapangan kerja baru, baik dalam fase konstruksi maupun dalam pengoperasian fasilitas baru. Selama dua tahun pelaksanaan proyek, diperkirakan akan ada sekitar 150 tenaga kerja yang dipekerjakan di berbagai posisi, dari pekerja konstruksi hingga teknisi dan staf administrasi.
Keempat, fasilitas penelitian dan inovasi yang baru dapat membuka peluang kolaborasi dengan industri untuk mengembangkan solusi teknologi yang inovatif. Dengan Pusat Inovasi Manufaktur yang akan dibangun pada tahap kedua, universitas berharap dapat menjadi mitra terpercaya bagi industri lokal dalam pengembangan produk dan proses manufaktur yang lebih efisien.
Respons Positif dari Mahasiswa dan Dosen
Ketika ditanya tentang proyek pembangunan ini, para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Rasyid Firmansyah, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Mesin, mengatakan bahwa berita tentang proyek ini sangat menggembirakan. “Saat ini, kami sering berbagi peralatan laboratorium karena jumlahnya terbatas. Dengan fasilitas baru, kami berharap dapat lebih maksimal dalam melakukan eksperimen dan praktik. Ini akan membuat kami siap menghadapi tantangan di industri,” kata Rasyid dengan antusias.
Sementara itu, Dr. Muhammad Ansari, S.T., M.T., salah seorang dosen senior Departemen Teknik Mesin, melihat proyek ini sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Sebagai pendidik, saya selama ini sering merasa terbatas dalam merancang tugas dan proyek mahasiswa karena keterbatasan peralatan. Dengan fasilitas baru, saya dapat memberikan tugas-tugas yang lebih challenging dan relevan dengan industri,” katanya.
Pengawasan dan Transparansi Proyek
Untuk memastikan bahwa proyek dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, universitas telah membentuk Panitia Pengawas Proyek yang terdiri dari perwakilan dari internal universitas, eksternal independen, dan perwakilan mahasiswa. Panitia ini akan melakukan monitoring rutin terhadap progres pembangunan, kualitas konstruksi, dan penggunaan anggaran.
Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan proyek ini. “Kami berkomitmen untuk mengelola proyek ini dengan penuh transparansi dan akuntabilitas. Semua laporan progres akan dipublikasikan secara berkala melalui website universitas dan media kampus. Kami juga akan mengadakan forum diskusi terbuka dengan civitas akademika untuk memastikan bahwa pembangunan ini sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka,” ujarnya.
Penutup: Investasi untuk Masa Depan Pendidikan Teknik di Kendari
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas di Universitas Muhammadiyah Kendari ini menandai komitmen serius institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan teknik di Sulawesi Tenggara. Dengan investasi senilai Rp 45 miliar dan roadmap yang jelas selama dua tahun ke depan, universitas berharap dapat menciptakan ekosistem pembelajaran dan penelitian yang kompetitif dan berkelanjutan.
Proyek ini juga merupakan refleksi dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan tinggi terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing global. Dengan fasilitas yang modern dan kurikulum yang relevan, universitas yakin dapat mempersiapkan generasi muda Kendari untuk menjadi tenaga kerja profesional yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Diharapkan bahwa dengan selesainya proyek ini pada tahun 2028, Program Studi Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya akan meningkat akreditasinya, tetapi juga akan menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami ilmu dan praktik teknik mesin dengan standar pendidikan internasional.