KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari mencapai momentum bersejarah ketika tiga mahasiswanya dari Program Studi Teknik Mesin berhasil meraih medali emas di ajang International Engineering Challenge (IEC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada Maret lalu. Prestasi gemilang ini menandai puncak pencapaian akademik dan non-akademik kampus swasta terkemuka di Kendari tersebut.
Tim yang terdiri dari Miftahul Fadillah (2023), Rahmawati Putri Kusuma (2022), dan Bayu Satria Wicaksono (2022) berhasil mengalahkan pesaing dari 15 negara dengan karya inovatif bertajuk “EcoBot: Robot Pembersih Laut Bertenaga Terbarukan.” Perjalanan panjang menuju podium tertinggi dimulai sejak enam bulan lalu ketika ketiga mahasiswa ini bergabung dalam sebuah tim yang difasilitasi oleh Laboratorium Robotika dan Manufaktur Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pencapaian ini tidak berdiri sendiri. Sebelum meraih medali internasional, tim mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari juga berhasil menjuarai Kompetisi Robot Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada Februari 2026 lalu. Dengan demikian, dalam rentang waktu kurang dari dua bulan, mahasiswa-mahasiswa berbakat dari kampus ini telah membuktikan kompetensi mereka di tingkat regional dan global.
### Perjalanan Menuju Medali Emas
Miftahul Fadillah, ketua tim sekaligus desainer utama EcoBot, mengisahkan perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan dan pembelajaran. “Kami memulai dari nol. Ide tentang robot pembersih laut muncul dari diskusi sederhana di kelas tentang pencemaran laut yang semakin parah. Kemudian, kami berpikir bagaimana teknologi bisa membantu mengatasi masalah lingkungan ini,” ujar Fadillah ketika diwawancarai di ruang Laboratorium Robotika Universitas Muhammadiyah Kendari, Selasa (8 April 2026).
Menurut Fadillah, proses desain dan produksi EcoBot memerlukan inovasi yang matang. Robot berukuran 60 sentimeter ini dirancang dengan sistem propulsi yang menggunakan energi surya dan gelombang laut sebagai sumber daya utama. Fitur unggulan robot ini adalah kemampuannya mengidentifikasi sampah plastik di laut menggunakan sensor kamera dengan artificial intelligence (AI) dan mengumpulkannya tanpa merusak ekosistem bawah laut.
“Tantangan terbesar adalah membuat sistem pengenalan sampah yang akurat dalam kondisi air laut yang keruh dan gelap. Kami melakukan lebih dari 200 kali percobaan sebelum akhirnya menemukan kombinasi sensor yang tepat,” ungkap Rahmawati Putri Kusuma, yang menjabat sebagai engineer sistem mekanis dalam tim. Rahmawati menambahkan bahwa dukungan dari dosen pembimbing sangat krusial dalam setiap tahap pengembangan.
Bayu Satria Wicaksono, yang bertugas sebagai programmer dan sistem kontrol, menjelaskan bahwa integrasi perangkat keras dan perangkat lunak menjadi pekerjaan yang paling kompleks. “Kami menggunakan coding dengan bahasa Python dan C++ untuk mengontrol berbagai sensor dan motor robot. Setiap detail harus presisi karena kesalahan kecil bisa membuat seluruh sistem tidak berfungsi optimal,” katanya dengan antusias.
### Dukungan Infrastruktur dan Akademik
Kesuksesan tim mahasiswa ini tidak terlepas dari peran strategis Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menyediakan infrastruktur dan bimbingan akademik yang memadai. Dr. Ir. Hendrik Sumarjono, M.Sc., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, menerangkan bahwa kampus telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan mahasiswa dalam program-program kompetisi.
“Kami melihat bahwa mahasiswa berbakat memerlukan fasilitas laboratorium yang layak dan dosen pembimbing yang berpengalaman. Investasi kami di Laboratorium Robotika sejak dua tahun lalu kini membuahkan hasil yang nyata. Prestasi mahasiswa kami di tingkat internasional membuktikan bahwa universitas swasta di Sulawesi Tenggara mampu bersaing dengan institusi-institusi terkemuka di jawa,” terang Hendrik Sumarjono dengan penuh kebanggaan.
Dr. Ir. Muhammad Firdaus, Ph.D., Kepala Program Studi Teknik Mesin, mengatakan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi program studi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori tetapi juga mampu menerapkan ilmu dalam menyelesaikan masalah praktis. “Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Kendari dirancang untuk menghasilkan engineer yang inovatif dan berorientasi pada solution-oriented learning. Tim mahasiswa ini adalah contoh nyata bagaimana kurikulum yang kami kembangkan mampu menghasilkan talenta-talenta unggulan,” ujar Muhammad Firdaus.
Dosen pembimbing utama tim, Ir. Siti Nurhaliza, M.Eng., yang mengajar di Laboratorium Robotika dan Manufaktur, menceritakan dedikasi luar biasa dari ketiga mahasiswa selama proses pengembangan proyek. “Mereka datang ke laboratorium hampir setiap hari, bahkan pada akhir pekan dan hari libur. Saya juga sering mendampingi mereka hingga larut malam untuk memastikan setiap detail telah diperbaiki. Semangat dan kerja keras mereka sungguh menginspirasi,” ungkap Siti Nurhaliza dengan mata yang berbinar.
### Kompetisi Nasional sebagai Batu Loncatan
Sebelum menghadapi kompetisi internasional di Bangkok, tim mahasiswa ini telah melewati ujian berat di ajang Kompetisi Robot Nasional (KRON) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta oleh Asosiasi Rekayasa Indonesia. Di forum nasional itu, EcoBot berhasil melampaui 42 tim dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia.
“Kemenangan di tingkat nasional memberikan kami kepercayaan diri yang sangat besar. Meskipun begitu, kami sadar bahwa kompetisi internasional akan jauh lebih sengit. Oleh karena itu, setelah memenangkan KRON, kami langsung melakukan penyempurnaan desain berdasarkan feedback dari juri dan kompetitor lain,” jelas Miftahul Fadillah.
Tim ini juga mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan proyek mereka di forum-forum akademik sebelum berlayar ke Thailand. Presentasi di seminar nasional dan webinar internasional membantu mereka untuk terus menyempurnakan argumen teknis dan marketing pitch mereka.
### Prestasi dalam Konteks Universitas Muhammadiyah Kendari
Pencapaian medali emas internasional ini menjadi milestone terpenting dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Kendari yang berdiri sejak 2001. Meskipun kampus ini telah menghasilkan berbagai prestasi akademik dan non-akademik sebelumnya, kompetisi internasional tingkat ini merupakan pencapaian tertinggi yang berhasil diraih oleh institusi.
Prof. Dr. H. Bambang Susilo, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian ini dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Utama, Rabu (9 April 2026). “Prestasi mahasiswa kami di kompetisi internasional ini membuktikan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan pendidikan berkualitas yang setara dengan standar global. Kami tidak hanya fokus pada aspek akademik murni, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian terapan dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rektor Bambang Susilo.
Rektor juga menambahkan bahwa universitas akan terus meningkatkan investasi dalam infrastruktur laboratorium dan dukungan dana untuk penelitian dan pengembangan mahasiswa. “Kesuksesan tim robotika ini harus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain dan unit-unit akademik untuk terus berinovasi dan berprestasi,” tambahnya.
### Dampak dan Perspektif Masa Depan
Prestasi mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari ini diharapkan membawa dampak positif dalam berbagai aspek. Pertama, dari sisi reputasi akademik, pencapaian ini meningkatkan citra kampus di mata stakeholder pendidikan baik lokal maupun nasional. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan minat calon mahasiswa untuk mendaftar di Program Studi Teknik Mesin, seperti yang dilaporkan oleh Tim Admisi Universitas Muhammadiyah Kendari.
Kedua, dari aspek inovasi dan teknologi, EcoBot menunjukkan potensi aplikasi praktis untuk mengatasi pencemaran laut. Beberapa pihak telah menunjukkan minat untuk bermitra dalam pengembangan lebih lanjut dan komersial produk ini, termasuk lembaga lingkungan dan perusahaan teknologi.
Ketiga, prestasi ini membuka peluang bagi mahasiswa lain untuk mengikuti jejak mereka. Program-program mentoring dan workshop tentang kompetisi internasional direncanakan untuk diadakan pada tahun akademik 2026-2027 agar mahasiswa lain terdorong untuk terlibat dalam kompetisi serupa.
Ketika ditanya tentang rencana ke depannya, Miftahul Fadillah mengungkapkan ambisinya untuk melanjutkan penelitian EcoBot ke level yang lebih tinggi. “Kami ingin mengembangkan prototype kedua yang lebih efisien dan dapat diproduksi secara massal. Kami juga tertarik untuk menjalin kerjasama dengan universitas lain atau lembaga penelitian untuk mempercepat inovasi ini,” katanya dengan penuh semangat.
Rahmawati dan Bayu juga mengekspresikan keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sambil tetap mengembangkan proyek robotika mereka. Mereka percaya bahwa perpaduan antara pendidikan formal dan pengalaman praktis akan memberikan bekal yang lebih komprehensif dalam karir profesional mereka.
### Pesan Inspiratif untuk Mahasiswa Lain
Dalam pertemuan dengan mahasiswa lain di kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada hari Jumat (10 April 2026), ketiga tokoh mahasiswa ini berbagi pesan inspiratif. Miftahul Fadillah menekankan pentingnya keberanian untuk bermimpi besar dan mengambil risiko. “Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Banyak orang yang mengatakan ide kami gila, tetapi kami tetap maju. Kepercayaan pada diri sendiri dan dukungan tim adalah kunci kesuksesan,” pesannya.
Rahmawati menambahkan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam bekerja. “Kesuksesan bukan datang dari keberuntungan semata, melainkan dari kerja keras yang konsisten dan terukur. Setiap hari kami memiliki target yang jelas dan kami usahakan untuk mencapainya,” ujarnya sambil memberikan nasihat.
Bayu, sebagai programmer utama, menekankan pentingnya literasi digital dan kemampuan untuk terus belajar teknologi terbaru. “Dunia teknologi terus berkembang. Kami harus selalu update dengan perkembangan terbaru dan belajar hal-hal baru. Mindset growth dan kemauan untuk belajar adalah aset terbesar seorang engineer di era digital,” katanya.
### Penutup
Pencapaian medali emas Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari di International Engineering Challenge 2026 menandai babak baru dalam perjalanan akademik institusi. Lebih dari sekadar trofi dan penghargaan, prestasi ini membuktikan bahwa universitas swasta di daerah mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang kompetitif di panggung internasional.
Dengan infrastruktur yang terus ditingkatkan, dosen pembimbing yang berdedikasi, dan mahasiswa yang berbakat dan bersemangat, Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki fondasi yang kuat untuk terus menghasilkan inovasi dan prestasi. Kesuksesan tim robotika ini diharapkan menjadi katalis bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus berinovasi, berinovasi, dan berprestasi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di panggung internasional.
Ke depannya, stakeholder kampus berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas, maupun bimbingan akademik, agar mahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus meraih prestasi gemilang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan dunia.
—
Penulis: Satrio Adi Kusuma
Editor: Dr. Lina Saptawati, M.Comm
Foto: Humas Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Publikasi: 11 April 2026