KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Teknik Mesin, kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri lokal. Sebuah tim penelitian yang terdiri dari dosen dan mahasiswa berhasil mengembangkan sistem pendingin berteknologi tinggi yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan hasil tangkapan ikan di Sulawesi Tenggara.
Penelitian yang dimulai sejak Oktober 2025 ini telah melewati berbagai tahap pengujian dan kini siap untuk diimplementasikan di beberapa unit pendingin milik nelayan dan pedagang ikan di Kendari. Inovasi yang diberi nama “Smart Cooling System for Fishery Products” (SCSFP) ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), sistem refrigerasi ramah lingkungan, dan kontrol otomatis berbasis artificial intelligence.
“Kami melihat permasalahan nyata di lapangan bahwa banyak hasil tangkapan ikan yang rusak karena sistem pendingin tradisional yang tidak efisien,” ujar Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Eng., Ketua Program Studi Teknik Mesin Unismuh Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Rabu (03/04/2026) di Ruang Penelitian Laboratorium Mesin Fakultas Teknik.
LATAR BELAKANG DAN IDENTIFIKASI MASALAH
Kendari, sebagai ibukota Sulawesi Tenggara, memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar. Dengan garis pantai yang panjang dan tingginya aktivitas perikanan tangkap, kota ini menjadi salah satu pusat distribusi hasil laut terpenting di kawasan Indonesia Timur. Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya dimaksimalkan karena berbagai kendala teknis, salah satunya adalah sistem penyimpanan hasil tangkapan yang masih menggunakan teknologi konvensional.
Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh tim peneliti, diketahui bahwa lebih dari 30 persen hasil tangkapan ikan mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke konsumen akhir. Penyebab utama adalah sistem pendingin yang tidak optimal, konsumsi energi listrik yang tinggi, dan kurangnya monitoring real-time terhadap kondisi suhu penyimpanan.
Ir. Agus Wijaya, M.Sc., Dosen Pembimbing Penelitian di Laboratorium Termodinamika dan Sistem Pendingin, menjelaskan proses awal identifikasi masalah ini. “Kami melakukan studi mendalam selama tiga bulan dengan mengunjungi lebih dari 25 unit pendingin ikan di sepanjang pantai Kendari. Hasilnya sangat mengejutkan. Kebanyakan sistem pendingin menggunakan teknologi 10-15 tahun yang lalu, dan pengoperasiannya sangat boros energi,” tuturnya dengan detail.
KONSEP DAN DESAIN INOVASI
Tim penelitian, yang terdiri dari 12 orang mahasiswa semester akhir dan 3 orang dosen, kemudian merancang solusi komprehensif. Sistem Smart Cooling System for Fishery Products dirancang dengan beberapa fitur unggulan yang membedakannya dari sistem pendingin konvensional.
Pertama, sistem ini menggunakan refrigeran ramah lingkungan yang tidak merusak lapisan ozon dan memiliki dampak minimal terhadap pemanasan global. Kedua, dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembaban yang terhubung ke platform IoT, memungkinkan pemilik usaha memantau kondisi penyimpanan ikan melalui aplikasi mobile secara real-time, di mana pun mereka berada.
Fitur ketiga adalah sistem kontrol otomatis berbasis AI yang dapat memprediksi kebutuhan cooling berdasarkan jumlah ikan yang disimpan, kondisi cuaca eksternal, dan pola penggunaan historis. “Teknologi machine learning yang kami tanamkan dalam sistem dapat belajar dari data-data sebelumnya dan secara otomatis mengoptimalkan operasi mesin pendingin untuk efisiensi maksimal,” jelas Muhammad Ridho Pratama, mahasiswa semester 8 Teknik Mesin yang menjadi ketua tim riset mahasiswa.
Ridho, yang merupakan penerima beasiswa Bidikmisi dari keluarga nelayan di Desa Baruga, Kendari, menambahkan bahwa desain ini juga mempertimbangkan aspek kemudahan perawatan dan biaya operasional yang terjangkau bagi usaha skala kecil dan menengah. “Kami tidak ingin menciptakan teknologi yang hanya bisa diakses oleh industri besar. Filosofi kami adalah inovasi untuk semua,” katanya dengan penuh semangat.
PROSES PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Perjalanan penelitian ini tidaklah singkat. Setelah fase desain selesai pada November 2025, tim melanjutkan ke tahap pembuatan prototipe pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Laboratorium Termodinamika dan Sistem Pendingin menjadi pusat aktivitas penelitian, di mana mahasiswa dan dosen bekerja siang malam untuk mewujudkan konsep menjadi produk nyata.
“Kami menghadapi berbagai tantangan teknis selama proses ini,” ungkap Dr. Bambang. “Misalnya, bagaimana mengintegrasikan sensor IoT dengan sistem refrigerasi mekanik tradisional tanpa mengganggu operasionalnya. Atau bagaimana membuat algoritma AI yang dapat beradaptasi dengan kondisi lokal yang unik di Kendari,” lanjutnya.
Tantangan demi tantangan berhasil diatasi berkat kolaborasi lintas disiplin ilmu. Tim melibatkan mahasiswa dari konsentrasi Termodinamika, Otomasi dan Kontrol, serta Mesin Produksi untuk memastikan setiap aspek teknologi tercakup dengan baik. Pada Februari 2026, prototipe pertama berhasil diselesaikan dan langsung dilakukan serangkaian pengujian.
Pengujian awal dilakukan di laboratorium dengan mensimulasikan berbagai kondisi operasional. Hasilnya sangat memuaskan. Sistem berhasil mengurangi konsumsi energi listrik sebesar 35 persen dibandingkan sistem pendingin konvensional, sambil tetap mempertahankan suhu optimal untuk penyimpanan ikan pada kisaran -18°C hingga -20°C.
IMPLEMENTASI LAPANGAN DAN RESPONS INDUSTRI
Fase berikutnya adalah uji coba lapangan. Pada Maret 2026, tim peneliti melakukan implementasi sistem pada dua lokasi berbeda. Yang pertama adalah di CV. Mitra Laut, sebuah perusahaan pengolahan ikan berskala menengah yang berlokasi di Pelabuhan Kendari. Yang kedua adalah di kelompok usaha bersama nelayan Desa Baruga yang melayani penyimpanan ikan hasil tangkapan lokal.
Respon dari kedua lokasi implementasi sangat positif. Pemilik CV. Mitra Laut, Bapak H. Muhammad Arifin, mengakui perubahan signifikan sejak menggunakan sistem baru tersebut. “Dalam tiga minggu pertama penggunaan, saya sudah melihat penghematan listrik yang cukup berarti. Tagihan listrik saya berkurang sekitar 30 persen, padahal kapasitas penyimpanan tetap sama,” katanya saat dikonfirmasi pada akhir Maret 2026.
Lebih menarik lagi, Bapak Arifin juga menceritakan manfaat lain yang tidak terduga. “Dengan aplikasi mobile yang bisa saya akses dari smartphone, saya bisa memantau kondisi ikan kapan saja. Dulu, saya harus repot-repot datang ke gudang pendingin untuk cek suhu. Sekarang semua sudah otomatis, dan saya langsung tahu jika ada masalah,” jelasnya dengan kepuasan yang jelas terlihat di wajahnya.
Di lokasi kedua, kelompok nelayan juga memberikan testimoni positif. Ketua kelompok usaha, Ibu Siti Nurhaliza, mengungkapkan bahwa sistem ini sangat membantu mereka dalam menjaga kualitas ikan sebelum dijual ke pasar atau ke pengepul ikan di tingkat kota. “Dulu, jika kami tertunda dalam menjual ikan, ada kekhawatiran ikan akan rusak. Sekarang dengan sistem ini, kami bisa menyimpan lebih lama tanpa khawatir kualitas menurun,” ujarnya.
INOVASI BERKELANJUTAN DAN VISI KE DEPAN
Kesuksesan penelitian ini telah membuka peluang baru bagi Program Studi Teknik Mesin Unismuh Kendari. Saat ini, tim sedang menyiapkan proposal untuk mengajukan hak paten atas sistem ini ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selain itu, hasil penelitian juga sudah dikirimkan ke beberapa jurnal internasional untuk publikasi ilmiah.
Dr. Bambang Sutrisno menjelaskan bahwa penelitian ini adalah bagian dari visi jangka panjang Program Studi Teknik Mesin untuk menjadi pusat inovasi teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. “Kami percaya bahwa kampus harus terlibat aktif dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri lokal,” tegasnya.
Ke depannya, tim berencana untuk mengembangkan versi yang lebih kompak dan modular sehingga dapat diimplementasikan pada unit pendingin skala yang lebih kecil, bahkan untuk usaha perorangan. “Kami juga sedang mengeksplorasi kemungkinan menggunakan energi terbarukan, seperti panel surya, untuk mendukung operasional sistem ini agar lebih sustainable,” tambah Ir. Agus Wijaya.
DAMPAK AKADEMIK DAN SOSIAL EKONOMI
Penelitian ini telah memberikan dampak positif yang meluas. Dari perspektif akademik, hasil riset memperkaya kurikulum Program Studi Teknik Mesin dengan studi kasus praktis yang relevan dengan kehidupan nyata. Mahasiswa yang terlibat mendapatkan pengalaman berharga dalam melakukan penelitian, dari tahap konseptualisasi hingga implementasi.
“Pengalaman ini sangat berbeda dengan pembelajaran di kelas. Kami belajar bagaimana mengatasi masalah yang belum pernah ada solusinya sebelumnya, bagaimana berkoordinasi dengan industri, dan bagaimana menerapkan teori yang dipelajari dalam praktek,” ungkap Ridho, mewakili mahasiswa yang terlibat.
Dari perspektif sosial ekonomi, sistem inovatif ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal. Dengan menjaga kualitas ikan lebih baik, produk dapat dijual dengan harga lebih tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan nelayan dan pengusaha perikanan. Selain itu, penghematan biaya energi juga akan meningkatkan margin keuntungan.
Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari sangat mengapresiasi pencapaian ini. Dalam sebuah kesempatan, Rektor Prof. Dr. H. Laode Muhammad Jamhur, M.Si., menyatakan bahwa riset seperti ini sejalan dengan misi universitas untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah.
PENUTUP
Penelitian “Smart Cooling System for Fishery Products” yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata bahwa inovasi berkualitas dapat lahir dari universitas lokal yang berkomitmen pada penyelesaian masalah masyarakat. Melalui kolaborasi intensif antara akademisi dan industri, penelitian ini telah berhasil menciptakan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif tetapi juga praktis dan terjangkau.
Ke depannya, diharapkan sistem ini dapat disebarluaskan ke seluruh unit pendingin ikan di Kendari dan sekitarnya, sehingga dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi industri perikanan lokal. Seiring dengan itu, Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkomitmen untuk melanjutkan penelitian-penelitian inovatif yang mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Penelitian ini membuktikan bahwa universitas bukan hanya lembaga penghasil lulusan, tetapi juga mesin inovasi yang dapat menggerakkan roda perekonomian lokal menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
[Artikel berakhir – Total kata: 1.847 kata]