KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Program Studi Teknik Mesin terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap industri. Pada semester genap tahun akademik 2025/2026, program magang industri terintegrasi yang melibatkan 47 mahasiswa menciptakan momentum positif dengan menghasilkan prototype mesin pengolah kelapa kopra yang inovatif. Kegiatan akademik ini menjadi bukti nyata integrasi antara teori perkuliahan dengan praktik lapangan yang relevan dengan kebutuhan industri lokal Kendari.
Kegiatan magang terintegrasi yang dimulai sejak bulan Januari 2026 ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal kualitas bimbingan akademik dan keterlibatan industri mitra. Para mahasiswa ditempatkan di berbagai industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan yang tersebar di kawasan Kendari dan sekitarnya, termasuk beberapa perusahaan swasta dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan kelapa.
Prototype mesin pengolah kelapa kopra yang berhasil dirancang dan dibangun oleh mahasiswa semester VII ini menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap prinsip-prinsip mekanika dan desain rekayasa. Mesin tersebut dirancang dengan mempertimbangkan aspek efisiensi energi, kemudahan operasional, dan keberlanjutan lingkungan. Spesifikasi mesin mencakup kapasitas pengolahan hingga 150 kilogram kopra per jam dengan konsumsi daya yang relatif efisien, yaitu sekitar 2,5 kilowatt.
“Pembelajaran yang kami peroleh selama magang industri benar-benar mengubah perspektif kami terhadap dunia kerja teknik mesin,” ujar Muhammad Rizki, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2022 yang menjadi salah satu ketua kelompok magang. “Kami tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung melihat bagaimana teori tersebut diterapkan dalam industri nyata. Pengalaman ini membuat kami lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di dunia kerja nanti.”
Keterlibatan dosen pembimbing dalam program magang ini juga menjadi faktor kunci kesuksesan. Tim dosen Teknik Mesin sebanyak 8 orang secara aktif melakukan supervisi berkala ke lokasi magang masing-masing mahasiswa. Mereka tidak hanya memastikan mahasiswa menjalani magang sesuai jadwal, tetapi juga memberikan bimbingan teknis dalam pengembangan prototype dan penyelesaian laporan magang.
Dr. Eng. Suryanto, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan bahwa program magang terintegrasi ini merupakan bagian dari upaya kurikulum berbasis kerangka kualifikasi nasional (KKNI) yang telah diterapkan sejak tahun akademik 2020/2021.
“Program magang industri terintegrasi bukan sekadar mata kuliah biasa. Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk benar-benar menjadi engineer sejati yang memahami dinamika industri,” papar Dr. Suryanto dalam acara presentasi hasil magang yang diselenggarakan di Aula Teknik Mesin pada akhir Maret 2026 lalu. “Kami mengharapkan bahwa setelah menjalani program ini, lulusan Teknik Mesin Unmuh Kendari mampu memberikan kontribusi nyata bagi industri lokal, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan inovasi di sektor pengolahan hasil pertanian.”
Sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengutamakan keterkaitan dengan masyarakat dan industri, program magang ini juga membuka peluang kolaborasi jangka panjang. Beberapa perusahaan mitra magang telah menyatakan minat untuk menjalin kerjasama lebih lanjut, baik dalam bentuk penelitian terapan maupun pengembangan produk bersama dengan Program Studi Teknik Mesin.
Salah satu hasil yang paling membanggakan dari kegiatan magang ini adalah keputusan lima perusahaan industri untuk memproduksi mesin pengolah kopra hasil desain mahasiswa secara komersial. Keputusan ini tentu saja memberikan kepuasan tersendiri bagi mahasiswa yang telah bekerja keras selama empat bulan melakukan riset, desain, dan pembuatan prototype.
Ketua Yayasan Pendidikan Muhammadiyah Kendari, H. Nasruddin, S.E., M.M., menyambut baik perkembangan positif ini. Dalam sambutannya saat acara presentasi hasil magang, ia menekankan pentingnya pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai inovasi akademik seperti program magang terintegrasi ini. Kami percaya bahwa pendidikan tinggi harus mampu mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja. Semoga program ini menjadi contoh bagi program studi lainnya untuk terus berinovasi,” ungkap H. Nasruddin.
Dampak positif dari program magang industri terintegrasi ini juga dirasakan oleh industri mitra. Menurut Budi Hartono, pemilik CV Mitra Industri Sejahtera yang menerima empat mahasiswa magang, kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari telah memberikan perspektif segar dan energi baru dalam operasional perusahaannya.
“Mahasiswa-mahasiswa dari Unmuh Kendari membawa ide-ide inovatif yang sangat berguna. Mereka tidak hanya membantu kami dalam operasional sehari-hari, tetapi juga memberikan masukan teknis yang dapat meningkatkan efisiensi produksi. Kami sangat terkesan dengan dedikasi dan profesionalisme mereka. Ke depannya, kami terbuka untuk terus berkolaborasi dengan Unmuh Kendari dalam pengembangan produk baru,” kata Budi Hartono.
Program magang industri terintegrasi juga mengintegrasikan pembelajaran kepemimpinan dan soft skills yang penting untuk kesuksesan karir. Melalui berbagai kegiatan refleksi dan workshop yang diadakan oleh Program Studi, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, manajemen proyek, kerja tim, dan problem-solving. Workshop yang dihadirkan oleh praktisi industri dan profesional muda dari berbagai perusahaan teknologi memberikan wawasan berharga tentang tren industri terkini dan persyaratan profesional di era digital.
Implementasi program magang ini juga didukung oleh peningkatan infrastruktur akademik. Laboratorium Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari telah dilengkapi dengan peralatan modern termasuk mesin CNC, mesin las modern, dan sistem design assist computer (CAD) terbaru. Infrastruktur ini memungkinkan mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep-konsep design yang telah mereka pelajari dalam lingkungan yang mendekati standar industri.
“Investasi dalam infrastruktur laboratorium ini sangat penting karena mendukung pembelajaran praktis mahasiswa. Dengan peralatan yang modern dan memadai, mahasiswa dapat melakukan eksperimen dan praktik dengan standar industri yang sebenarnya,” jelas Dr. Suryanto lebih lanjut.
Selain itu, Program Studi Teknik Mesin juga telah mengembangkan kurikulum yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan kebutuhan industri. Setiap tahun, tim kurikulum melakukan evaluasi dan penyesuaian dengan melibatkan stakeholder industri, alumni, dan dosen. Hal ini memastikan bahwa materi pembelajaran yang diberikan selalu relevan dan up-to-date dengan perkembangan teknologi dan praktik industri terkini.
Kesuksesan program magang industri terintegrasi tahun ini juga menjadi motivasi bagi pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus meningkatkan dan memperluas program sejenis. Ke depannya, direncanakan akan ada program magang khusus yang fokus pada industri digital manufacturing dan sustainable engineering yang semakin berkembang pesat.
Respon mahasiswa terhadap program magang ini secara keseluruhan sangat positif. Dari hasil survey kepuasan yang dilakukan oleh Program Studi, sebesar 91 persen mahasiswa menyatakan bahwa program magang memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap kompetensi dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Mahasiswa juga mengapresiasi peran dosen pembimbing yang aktif dan mendukung.
Siti Nurhaliza, mahasiswa Teknik Mesin yang ditugaskan di salah satu pabrik pengolahan kelapa, berbagi pengalamannya tentang transformasi yang dialaminya selama magang.
“Awalnya saya merasa nervous dan tidak yakin diri, mengingat ini pertama kalinya saya terjun langsung ke industri. Namun, dengan bimbingan dari dosen dan pelatihan dari supervisor industri, saya semakin percaya diri. Saya belajar tentang manajemen proyek, quality control, dan bagaimana bekerja dalam tim yang heterogen. Pengalaman ini pasti akan membentuk karakter profesional saya,” ungkap Siti dengan antusias.
Mengakhiri program magang, setiap mahasiswa diharuskan untuk menyusun laporan magang komprehensif yang berisi dokumentasi lengkap tentang aktivitas, pembelajaran, dan kontribusi mereka selama magang. Laporan ini kemudian dipresentasikan di hadapan dewan penguji yang terdiri dari dosen Program Studi dan praktisi industri. Mekanisme penilaian yang ketat ini memastikan bahwa mahasiswa benar-benar mendapatkan pengalaman belajar yang mendalam dan teruji.
Dengan semua pencapaian dan momentum positif ini, Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari telah memposisikan dirinya sebagai institusi pendidikan teknik yang berorientasi pada industri dan inovasi. Komitmen untuk terus mengembangkan program-program akademik yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat dan industri akan menjadi fokus utama ke depannya.
Sebagai institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia, Universitas Muhammadiyah Kendari terus berupaya menghadirkan kontribusi positif melalui pendidikan berkualitas yang menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap merespons tantangan industri modern.